Mencegah Terjadinya Banjir

Banjir dapat terjadi dimana pun terutama  di ibukota Jakarta. Banjir terus melanda ibukota setiap tahun. Apakah kota Jakarta harus selalu mengalami kebanjiran setiap tahun? Siapa yang bisa menyulap kota Jakarta menjadi indah dan nyaman?

Pertanyaan tersebut selalu muncul ketika menjelang terjadinya kebanjiran. Ada beberapa warga Jakarta yang sudah terbiasa bahkan tidak melakukan upaya pencegahan agar banjir tidak terjadi. Sebagian warga hanya memindahkan barang-barang penting di tempat yang aman dan singgah ke tempat saudara yang bertempat tinggal di daerah dataran tinggi atau tidak pernah kebanjiran. Tidak hanya warga tetapi juga pemerintah yang kurang memperhatikan bagaimana keadaan pemukiman warga Jakarta.

Beerapa akibat yang mungkin terjadi setelah banjir melanda pemukiman warga:

1. Pencemaran air

Air yang telah tercemar akibat banjir, tentu saja tidak dapat dipakai untuk keperluan rumah tangga ataupun mandi. Karena air yang meluap sudah bercampur dengan kotoran manusia, kotoran hewan, limbah rumah tangga atau bahkan limbah pabrik.

2. Munculnya beberapa penyakit

Penyakit yang biasa diderita warga yaitu demam berdarah, diare, batuk, pilek, sesak napas  dan penyakit kulit lainnya. Hal tersebut dapat terjadi karena warga secara terpaksa harus melewati genangan air tersebut sehingga kuman, bakteri dan virus akan mudah masuk dalam tubuh para warga. Terutama anak kecil yang sangat senang jika melihat air menggenang dan mereka pun tak ragu-ragu untuk bermain air atau bahkan berenang. Mereka tidak perduli dengan adanya kuman, dan virus penyakit yang akan diderita.

3. Bekerja ekstra dan mengeluarkan uang ekstra

Para warga harus bekerja ektra untuk membersihkan rumah masing-masing. Tentunya tidak hanya tenaga yang harus dikeluarkan tetapi juga uang. Uang tersebut biasanya akan terpaksa keluar dari dompet warga untuk memperbaiki peralatan rumah tangga yang rusak seperti TV, kulkas, mesin cuci dan lain-lain. Selain peralatan rumah tangga, mesin pada motor ataupun mobil juga akan mengalami turun mesin akibat terendam air selama berjam-jam. Jika warga memiliki rumah bertingkat, tentunya tidak perlu merasa khawatir karena semua barang penting dapat dipindahkan ke lantai dua.

Sebenarnya pemerintah dapat melakukan pencegahan terjadinya banjir sejak awal. Menurut saya, seharusnya para petugas pemerintah  melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Memperbaiki jalanan yang rusak

Para petugas pemerintah secara rutin mengawasi keadaan jalan setiap bulan. Jika terjadi kerusakan, mereka langsung memperbaikinya sehingga tidak terjadi kerusakan yang lebih parah. biasanya kerusakan kecil dianggap remeh dan membiarkannya sampai kerusakan tersebut menjadi sangat parah dan dapat membahayakan para pengendara motor khususnya. Kecelakaan besar pun bisa terjadi hanya karena jalanan yang rusak.

2. Memperbaikan aliran air agar lancar

Kegiatan perbaikan saluran air dapat dilakukan oleh warga sekitar dengan cara bergotong royong setiap dua minggu sekali. Kenapa dua minggu sekali? Karena warga sering memakai air untuk keperluan sehari terutama para ibu rumah tangga dan tidak menutup kemungkinan jika limbah rumah tangga juga ikut terbuang pada selokan tiap rumah. Limbah rumah tangga dapat menyumbat saluran air sehingga aliran air tersebut tidak lancar dan dapat menyebabkan  air menggenang di sekitar rumah warga.

3. Menyediakan tempat penyerapan air

Pembangunan gedung-gedung besar di ibukota Jakarta, sebaiknya diimbangi dengan sarana penyerapan air yang efektif seperti menanam pohon, menyediakan waduk atau sungai kecil.

4. Menyediakan tempat pembuangan sampah

Tempat pembuangan sampah sangat penting. Tempat sampah biasanya terbagi dua yaitu organik dan non organik. Pemungutan sampah sebaiknya dilakukan sacara rutin yaitu setiap hari. Tidak hanya di daerah perumahan elit saja tetapi juga di daerah perkampungan. Banyak warga yang memandang sebelah mata pada rumah-rumah di daerah perkampungan. Padahal mereka juga layak mendapatkan perhatian pemerintah. Jika kegiatan tersebut dilakukan dengan tertib, warga pun tidak perlu khawatir akan terjadinya banjir.

5. Penertiban rumah tinggal yang berada diatas sungai secara bijaksana.

Sebelum mengusir mereka dari tempat tinggalnya, sebaiknya pemerintah memberikan rumah susun yang layak bagi warga sehingga tidak akan terjadi keributan pada saat dilaksanakan penertiban.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s