Kisah Seorang Gadis Desa

Seorang gadis desa Ngelorjo-Gunung Kidul, Yogyakarta ini memiliki paras yang cantik dan pandai bergaul dengan siapa pun. Bahkan ia juga padai pada semua pelajaran di sekolah. Gadis desa ini bernama Ayu. Ayu sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Yogyakarta atau setara dengan SD. Ayu selalu mendapatkan prestasi di kelas dan mendapatkan peringkat 1 di kelas. Selain di kelas, ayu juga sering mengikuti beberapa lomba, misalnya lomba cerdas cermat, ia selalu  mendapatkan Juara ke-1 tetapi hanya lomba memasak saja yang berbeda. Pada saat mengikuti lomba memasak seluruh peserta di wajibkan untuk mengikuti tema memasak yang sudah ditentukan juri secara mendadak.

“Mari anak-anak, kita mulai lomba memasak hari ini. Untuk perlombaan kali ini kalian harus memasak sesuai dengan perintah juri”, kata Bu Desi. Bu Desi adalah wakil Kepala Sekolah kami yang baru.

“Yah, kenapa mendadak seperti ini. Jika kami tidak bisa memasak sesuai tema dari Juri, bagaimana?”, kata peserta. Ternyata juri memerintahkan kami untuk membuat peyek tetapi Ayu tidak pernah membuat peyek sebelumnya jadi hanya dengan perasaan dan perkiraan saja menbuatnya.

“Waduh, bagaimana cara membuat peyek! Aku belum pernah mencobanya, kira-kira saja deh yang penting enak dimakan…..hehehehe”, kata Ayu.

“Yes, aku sudah pernah membuatnya dengan Bunda di rumah”, kata peserta lainnya.

“Gawat, sepertinya mereka tidak mengalami kesulitan dalam membuat peyek ini. Seperti koki lestoran saja gayanya. Menyebalkan!!”, kata Ayu. Akhirnya Ayu hanya mendapatkan Juara ke-3.

“Syukurlah”. Walaupun hanya mendapatkan Juara ke-3, Ayu merayakannya dengan suka cita karena baru pertama kali membuat peyek sekaligus mendapatkan penghargaan.

Saat sudah lulus SD dengan nilai terbaik, Ayu dikejutkan dengan berita yang membuatnya berubah sikap untuk menentang keinginan orangtuanya dengan kasar. Padahal Ayu termasuk anak yang penurut dan tidak pernah marah pada kedua orangtuanya.

“Ayu anakku, kami ingin sekali kamu menikah dengan Joko dan hidup bahagia. Kami tidak ingin tinggal jauh dengan kamu, makanya kami menjodohkanmu dengan seseorang yang tempat tinggalnya tidak jauh dari sini”, kata orangtua Ayu. Ternyata mereka merencanakan untuk menjodohkan Ayu dengan anak dari adik angkat Ayah Ayu sejak kecil. Setelah mendengar berita tersebut, Ayu langsung meninggalkan rumah dan bekerja di Malioboro. Ayu memilih Malioboro karena cukup jauh dengan Gunung Kidul, tepatnya Desa Ngelorjo.

Selama bekerja di Malioboro sebagai karyawan Toko Elektronik, banyak kejadian menarik disana. Baru beberapa minggu kerja di Malioboro, semua karyawan bahkan pemiliknya pun mengenal Ayu cukup baik bahkan banyak sekali lelaki yang suka dan ingin menyuntingnya.

“Hai Ayu, tambah cantik saja. Bolehkah aku menyuntingmu?”.

“Maksudnya?”.

“Aku ingin menjadi suamimu dan hidup berdua denganmu”.

“Apa? Aku masih kecil”. Orang tua dulu bilang, aku masih bau kencur jadi belum siap untuk menikah. Ayu hanya ingin meneruskan sekolah saja dan menjadi orang sukses.

“Jadi kamu menolak cintaku?”.

“Ya”. Lelaki itu memang buaya darat, seperti judul lagu saja. Baru di tolak beberapa hari yang lalu, ia sudah merayu perempuan lain. Ayu merasa lega karena telah mengambil keputusan tepat untuk menolaknya. Selama 6 bulan bekerja, akhirnya Ayu memutuskan untuk mengundurkan diri dan pindah ke Jakarta menyusul kakaknya di Tanah Abang.

Di Jakarta, Ayu belum bisa langsung melanjutkan sekolahnya karena harus menunggu tahun ajaran baru dan juga kurang biaya. Ayu adalah orang yang tidak ingin membuang waktu liburnya dengan hal-hal yang tidak penting, oleh karena itu Ayu memutuskan untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ayu sangat pandai memasak dan merawat bayi karena sering merawat adik-adiknya dengan sangat baik.

Untuk pertama kalinya Ayu bekerja dengan Duta Malaysia. Namanya Pak Ryan, dia sangat ramah dan baik.

“Ayu, aku berharap agar kamu setuju untuk ikut bersama kami ke Malaysia. Kami ingin membiayai sekolah kamu disana dan juga menikahkanmu dengan keponakanku”.

“Maaf, Ayu tidak bisa menerimanya karena masih terlalu muda untuk melangsungkan pernikahan dan tanpa persetujuan dari orang tua”. Selama 6 bulan bekerja, Ayu memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaanya karena dia tidak mau di ajak ke Malaysia untuk meneruskan sekolah disana dan  dinikahkan dengan keponakannya.

Pekerjaan yang kedua tidak jauh berbeda dengan yang pertama. Ayu pernah bekerja dengan orang Batak dan yang terakhir adalah dengan seorang ABRI yang telah mempunyai istri. Ayu mengundurkan diri dengan alasan yang sama dan tidak ingin mengingkari janjinya untuk meneruskan sekolah. Akhirnya ayu berhasil mewujudkan cita-citanya untuk meneruskan sekolah sampai SMA. Kemudian Ayu kembali ke Yogyakarta untuk memberitahukan tentang keberhasilannya untuk menyelesaikan sekolah sampai SMA. Mendengar berita tersebut kedua orang tua Ayu merasa lega dan sangat bahagia.

7 thoughts on “Kisah Seorang Gadis Desa

  1. hmm….
    lumayan tapi pemaparan tokoh utama dan data nya kurang lengkap…
    tidak di sebutkan anak dari mana berapa saudara tiba” dy pnya adik yg di rawat dan kakak yg bekerja di tanah abang…
    tujuan tokoh utama jga kurang jelas…
    di bilang dia anak yg pintar dan baik…
    kenapa dia harus kabur dari rumah cuma karna tidak mau di jodohkan…
    klo bisa untuk kedepan nya perhatiin aspek” tokoh utama, lajur cerita, tujuan, dan makna dari semua itu…
    thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s